DENNY SEPTIVIANT

Penggagas DESAMU DIGITAL

Mengajak Desa Untuk Terus Maju dan Berkembang Melalui Pelatihan Teknologi.

PROFIL DENNY SEPTIVIANT

      Tak kurang dari 15 KM menuju obyek wisata favorit di Kabupaten Wonosobo Jateng Dieng Plateu dari arah Kecamatan Wonosobo 44 tahun silam seorang anak lelaki lahir dari keluarga sederhana namun kental dengan nuansa islam ahlussunnah waljamaah atau biasa orang pada umumnya menyebut nahdliyin (NU) tepatnya di Kelurahan Wonosobo.

     Tasi Denny Septiant begitu kedua orangtuanya memberi nama. Denny merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, menginjak masa remaja telah tercatat aktif dalam berbagai organisasi sejak menempuh pendidikan sekolah di SMA 1 Wonosobo (1993) antara lain Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kabupaten Wonosobo dari tahun 1990-1993 serta kegiatan diskusi hingga kemudian membawanya untuk memilih masuk di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang (1995) atas kepercayaan bahwa perjuangan buat rakyat adalah di jalanan sementara memiliki pengetahuan tentang hukum diperlukan untuk mewujudkan cita-cita itu.

     Selama kuliah ia pun dikenal sebagai pribadi yang aktif dalam berbagai gerakan mahasiswa termasuk pelaku aksi reformasi kala itu hingga lulus pada tahun 1999. Tak ayal, sejak menetap di Semarang pada tahun 1995 sejumlah posisi penting pernah dijabat bahkan sampai sekarang diantaranya sebagai Kepala Operasional YLBHI-LBH Semarang kemudian Direktur PBHI Jateng dan Komisioner Komisi Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (KPK2 BGA).

     Berbekal pengalaman itu, dengan keyakinan hukum adalah jalan terbaik melakukan perjuangan Denny Septiviant atau Kang Denny begitu ia akrap disapa seringkali tampil sebagai aktivis sekaligus pendamping kelompok masyarakat terdiskriminasi akibat berbagai persoalan. Karena merasa belum puas menempuh jalan perjuangan melalui sejumlah gerakan advokasi kali ini memutuskan menjadi salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg) untuk pemilihan tahun 2019 mendatang.

     Berlatar kedekatan secara emosional dengan nuansa islam ahlusunnah wal’jamaah, nasionalisme dan solidaritas sosial Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi pilihan. Sebelumnya dirinya juga telah aktif sebagai Pengurus Wilayah Ansor Jawa Tengah sampai sekarang dan dipercaya sebagai Direktur LBH Ansor Jawa Tengah. Ia meyakini masa sekarang untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia adalah dengan menyejahterakan jama’ah dan jam’iyyah NU, karena 70 persen rakyat hidup di desa dan secara kultural mereka adalah warga NU.

 

   Pengalaman bersinggungan langsung selama menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah membulatkan tekad jalan berpolitik dengan visi dan berpijak pada realita yang ada serta percaya, bahwa dalam kehidupan politik, keberanian, kesederhanaan dan solidaritas akan membuat banyak hal yang baik menjadi mungkin. Di sisi lain, kedepan wajah di indonesia masa depan sangat ditentukan oleh 3 karakter masyarakat yaitu, masyarakat urban, kelas menengah dan generasi millennial. Sementara itu, perubahan dari desa ke kota bukan sekedar perubahan geografis, tapi juga perubahan secara sosiologis dan pola piker termasuk akibat pengaruh teknologi digital.

     Dengan melihat potensi masyarakat urban, kelas menengah dan generasi millennial, saya meyakini ini akan menjadi pertaruhan Indonesia kedepan. Semua orientasi ke-Indonesiaan harus melibatkan generasi ini sebagai stakelholder penting, tidak terkecuali partai politik. Saya berharap menjadi representasi generasi ini, karena bila tidak diambil oleh anak muda NU, corak keagamaan kedepan akan menjadi tahun-tahun berat karena semakin menguatnya radikalisme dan intoleran.

     Saya percaya bahwa solidaritas dan rasa kemanusiaan masih ada di negeri ini. Karena jaringan kolaboratif yang didasari solidaritas dan rasa kemanusiaan akan menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Maka saya sangat concern dan ingin selalu terlibat dalam isu-isu HAM, demokrasi, pluralisme, anti-korupsi dan keadilan sosial, karena disanalah pokok permasalahan konstituen yang harus diselesaikan secara multistakeholder. Semua itu, tidak lain dapat terwujud apabila masyarakat desa tersejahterakan melalui program-program masa kini yang syarat dengan digitalisasi.

PengalamanDenny

1990 - 1993

Ikatan Pelajar NU (IPNU)

Menginjak masa remaja telah tercatat aktif dalam berbagai organisasi sejak menempuh pendidikan sekolah di SMA 1 Wonosobo (1993) antara lain Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kabupaten Wonosobo dari tahun 1990-1993 serta kegiatan diskusi
1995

Fakultas Hukum Undip

kemudian membawanya untuk memilih masuk di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang (1995) atas kepercayaan bahwa perjuangan buat rakyat adalah di jalanan sementara memiliki pengetahuan tentang hukum diperlukan untuk mewujudkan cita-cita itu.
1995

Kepala Operasional YLBHI-LBH Semarang

pada tahun 1995 sejumlah posisi penting pernah dijabat bahkan sampai sekarang diantaranya sebagai Kepala Operasional YLBHI-LBH Semarang kemudian Direktur PBHI Jateng dan Komisioner Komisi Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (KPK2 BGA).

Gabung Menjadi Relawan !